MAKALAH
BERPALING
DARI LINGKARAN SETAN MENURUT Q.S. AL-A’RAF (7:199)
Makalah ini disusun guna memenuhi tugas
Mata Kuliah : Tafsir Tarbawi
Dosen Pengampu : Muhammad Hufron, MSI
Disusun Oleh :
Naila Zahrotul Ula (2117025)
Kelas B
PENDIDIKAN
AGAMA ISLAM
FAKULTAS
TARBIYAH DAN ILMU KEGURUAN
INSTITUT
AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN) PEKALONGAN 2018
PEMBAHASAN
QS. AL-A’RAF, 7:199
A. LINGKARAN SETAN ( Bodoh, Miskin,
Terbelakang)
ü
Pada masa arab sebelum datangngnya islam kata
jahiiyyah (bodoh) sudah digunakan , bodoh dalam prespektif ini yaitu bodoh
mengenai ketuhanan. Sebelum islam datang bangsa arab sudah mempunyai berbagai
macam agama, adat istiadat, akhlak dan peraturan-peraturan hidup. Bangsa arab
menganut agama yang bermacam-macam, keyakinan yang bermacam-macam atau terkenal
dengan penyembahan berhala-berhala atau paganisme. Dimana mereka membuat patung
lalu mereka menyembah patung tersebut dan mengelilinginya , mereka percaya
bahwa menyembah berhala itu bukan menyembah kepada wujud berhala tetapi patung
tersebut mereka gunakan untuk perantara menyembah tuhan. Dahulu masyarakat slam
memiliki sifat yang dermawan, pemberani, setia,ramah, sederhana. Namun semua
sifat itu tenggelam, dikarenakan masyarakat islam pada saat itu tidak mampu
menampilkan moralitas yang tinggi. Hal ini dipengaruhi oleh kondisi
sosial-kultur yang menyelimuti kehidupan mereka, yaitu kemusrikan, kekafiran,
ketidak adilan, fanatisme keukuan dan menghalalkan cara demi mencapai tujuanya.
Dari sinilah bodoh dapat diartikan, bodoh bukan diartikan mereka buta huruf
atau tdak mengenal pengetahuan sama sekali namun mereka tidak mengetahui
hakikat dan sumber kebenaran, dan tidak mengenal tuhan yang semestinya mereka
sembah[1].
Sangaltah rugi orang-orang yang tanpa pengetahuan dan karena kebodohan
mereka membunuh, anak-anak mereka dan kepada mereka dan yang mengharamkann makanan
(baik) yang diberikan Allah kepada mereka. Dengan memersekutukan Allah mereka
sesat dan tidak memperoeh petunjuk.[2]
ü
Miskin itu artinya mereka sebenarnya mengetahui
tentang hakikat tuhan namun pengetahuan mereka sangat terbatas sedangkan
Terbelakang itu dimana mereka benar-benar tidak menegtahui dan tidak
memiliki ilmu tentang pengetahuan ketuhanan, mereka tidak mau mencari tau apa
arti tuhan yang sesungguhnya mereka hanya meyakini presepsi tuhan menurut yang
mereka pahami.
B. Dalil berpaling dari lingkaran setan
Dalam qur’an surat al-a’raff (7:199)
Artinya :” Jadilah engkau pemaaf dan
suruhlah orang mengerjakan yang ma’ruf, serta berpalingah dari mereka
orang-orang yang bodoh”.
Ø
Penafsiran Dari Ayat Diatas :
Setelah Alah SWT. Menegaskan bahwa Dia-lah
yang akan menjamin keselamatan rasul dan membelanya, dan bahwa berhala-berha
dan para penyembahnya itu takan kuasa apa-apa untuk menganiaya beliau atau
memberi bahaya kepada beliau, maka maka pada ayat ini Allah menerangkan cara
yang sebaik-baiknya, jaan yang lurus daam menghadapi dan mempergauli manusia.
Pada ayat ini terkandung prinsip-prinsip akhlak yang utama (usulul Fadail) yang
merupakan landasan perundang-undangan (tasyri’) yang derajatnya teletak sudah
sesudah prinsip-prinsip akidah (Usulul Aqidah) yang berlandaskan pada tauhid[3].
Ini suatu pedoman perjuangan yang
diperingatkan Allah kepada Rasul-Nya. Tiga unsur yng wajib dipegang teguh dan
diperhatikan di dalam menghadapi pekerjaan besar mengajak dakwah kepada umat
islam.
a. Ambilah cara memaafkan
Dari berbagai macam tafsir, satu kita pilih yaitu
tafsir dari Hisyam bin Urwah bin Zubair, bahwa arti ‘afwa disini ialah
memaafkan kejanggalan-kejanggaan yang terdapat dalam akhlak manusia. Tfsir
seperti ini terdapat juga dari pada ummul mu’minin siti aisyah.
Tegasnya, menurut penfsiran ini, dikuilah bahwa
tiap-tiap manusia itu betpapun baiknya dan shalihah orangnya, namun pada
dirinya pasti terdapat kelemahan-kelemahan.
Dalam pergaulan hidup yang luas atau dalam sekumpuan manusia yang sama
cita-cita dan terdapat persamaan faham, berkumpullah banyak manusia dengan
masung-masing mempunyai kelebihan, tetapi masing-masing mempunyai segi-segi
yang lemah yang kadang-kadang membosankan dan menyinggung perasaan.
b. Dan suruhlah berbuat yang ma’ruf
Di dalam ayat ini ditulis ‘Urfi, yang artinya sama
dengan ma’ruf yaitu pekerjaan yang diakui oleh orang banyak atau pendpat umum,
bahwa pekerjaan itu adalah baik. Segala pekerjaan dan usaha yang akan
mendatangkan kebaikan bagi dirinya sendiri dan orang lain. Nabi Muhammad saw
disuruh untuk memerintahkan kepada semua manusia, atau khususnya kepada semua
orang yang beriman, supaya beromba
membuat yang ma’ruf, maka dengan demikianlah cacat dan kekurangan yang ada pada
tiap-tiap orang haruslah di imbangi dengan berbuat yang ma’ruf, sehingga
masyarakat islam itu baik berjiwa besar. Tidak hanya mencela-cela diantara satu
sama lain,.
c. Dan berpalinglah dari orang-orang yang
bodoh
Maksud dari berpaling dari orang-orang yang bodoh,
ialah karena ukuran yang dipakai oleh orang yang bodoh itu adalah ukuran yang
singkat. Mereka akan mengemukakan asal usul yang yang hanya timbul dari pada
fikiran yang singkat dan pandangan yang picik. Mereka yang memperturutkan
perasaan hati, bukan pertimbangan akal. Mereka akan mengemukakan beberapa
teori, yang menurut mereka mudah padahal sukar dijalankan. Orang-orang bodoh
bisa diperkuda-kuda atau dipergunakan oleh pihak lawan untuk mengerjakan
pekerjaan yang tidak bertanggung jawab.
Mereka tidak mengenal janji dan tidak mengenal apa yang dinamakan kehormatan
diri. Mereka mudah menuduh orang yang setia menjadi pengkhianat dan menjunjung
tinggi orang jahat, karena rang jahat itu dapat memenui nafsu mereka. Maka arti
berping dari orang bodoh disini ialah agar kita berhati-hati dengan bahaya
orang-orang yang bodoh, orang yang berukuran
singkat itu.
Inilah tiga
pokok ajaran yang diberikan Allah kepada Rasul saw. Di dalamm memimpin umatnya,
menyatu-padukan pengikutnya, menangkis serangan dan menolak segala bala dan
bencana. [4]
C. Kebodohan ketuhanan
Kata bodoh adalah kata sifat yang menggambarkan keadaan disaat orang
tidak menyadari atau tidak mengetahui akan suatu hal. Kebodohan hanya akan
membawa kita kepada ketidak percayaan kita akan kekuasaan Tuhan. Dan hanya orang
bodoh yang akan menyalahkan tuhan untuk setiap ketidakadilan yang terjadi.
Beberapa kebodohan yang akan dibahas dalam materi ini antara lain :
a. Syirik
·
Pengertian syirik
Syirik adalah mempersekutukan Allah swt dengan
makhluk-Nya, baik dalam dimensi rububiyah, malikiyah maupun illahiyah, secara
langsung atau tidak baik nyata maupun terselubung. [5]
·
Klasifikasi syirik
Syirik dibagi menjadi dua macam yaitu,
1. Syirik besar
Syirik besar adalah menjadikan bagi Alah sekutu yang
dia berdoa kepada selain Allah namun ia memimta layaknya manusia memohon kepada
Tuhanya atau melakukan bentuk ibadah kepada selain Allah namun seperti ibadah
kepada Allah. Syirik besar ada yang zahirun jaliyun (tampak nyata), seperti
menyembah berhala, matahari, bulan, bintang, malaikat, benda-benda tertentu,
dan ada juga yang batinun khafiyun (tersembunyi), seperti berdoa kepada orang
yang sudah meninggal, meminta pertolongan kepada selain Allah. Syirik
besariniah yang dsanya tidak akan diampuni oeh Allah swt, kecuali dia bertaubat
sebelum meninggal.pelakunya diharamkan masuk syurga sebagaimana firman Alah
dalam Q.S an-nisa ayat 48 yang artinya “Allah tidak akan mengampuni (dosa)
karena mempersekutukan-Nya, dan Dia mengampuni apa (dosa) yang selain (syirik)
itu bagi siapa yang Dia kehendaki. Barangsiapa mempersekutukan Allah maka
sesungguhnya dia tellah berbuat dosa yang besar”.
Syirik besar terdiri dari tiga jenis yaitu, syirik dalam berdo’a,dalam niat
dan tujuan serta dalam ketaatan.
2. Syirik kecil
Syirik kecil adalah semua perbuatan dan perkataan yang
akan membawa seseorang kepada kemusyrikan. Syirik kecil termasuk perbuatan dosa
yang dikhawatirkan akan mengantarkan pelakunya kepada syirik besar. Diantara
amal perbuatan yang termasuk kedaam syirik kecil adalah
§
Bersumpah dengan selain Allah.
§
Memakai Azzimat.
§
Menggunakan mantra-mantra untuk menolak kejahatan dan
pengobatan.
§
Perbuatan sihir.
§
Bernadzar kepada selain Allah.
§
Menyembelih binatang atau mempersembahkan kurban bukan
kepada Allah swt. [6]
§
Riya
Diriwayatkan dalam suatu hadits rasulullah saw
bersabda, yang artinya “ sesuatu yang paling aku khawatirkan adalah perbuatan
syirik kecil ketika ditanya tentang maksudnya , beliau menjawab ; yaitu , Riya”.
[7]
·
Macam-macam syirik
1. Syirikul ilm
2. Syirkut-tasarruf
3. Syirkul ‘ibadah
4. Syirkul addah
·
Akibat perbuatan negatif syirik
1. Tidak dapat menerima kebenaran
2. Selalu dalam keadaan bimbang dan ragu
3. Kesenangan yang diperleh bersifat sementara
4. Harta yang dinafkahkan akan sia-sia
5. Menjadi musuh Allah.[8]
b. Kafir
·
Pengertian kafir
Dalam segi bahasa kafir berarti menutupi.
Sedangkan menurut istilah kafir adalah
·
Jenis-jenis kafir dan karakteristiknya
1. Kufr al-inkar
Kufr al-inkar yaitu kekafiran dalam arti pengingkaran
terhadap eksistensi Tuhan, Rasul-rasul-Nya dan seluruh ajaran yang mereka bawa.
2. Kufr al-nifaq
Mengakui dengan lisan namun mengingkari dengan hati.
3. Kufr al-shirk
Memersekutukan Allah dengan menjadikan sesuatu selain
dari-Nya, sebagai sesembahan, objek pemujaan dan lain sebagainya.
4. Kufr al-ni’mah
Kafir ni’mah yaitu penyalah gunaan nikmat yang
diperoleh, penempatanya bukan pada tempatnya, dan penggunaanya bukan pada
hal-hal yang dikehendaki dan diridhoi olh pemberi nikmat.
c. Dzalim
·
Pengertian dzalim
Menurut ajaran islam aniaya atau yang biasa
disebut dengan dzalim berasal dari bahasa arab yang artinya aniaya, pelakunya
disebut dzalimun. Dzalim adalah perbuatan dosa yang harus ditinggalkan karena
tindakan aniaya akan dapat merusak kehidupan kehidupan pribadi, keluarga, dan
masyarakat. Aniaya digolongkan termasuk tindakan yang menyesatkan dan
menyengsarakan.
·
Macam-macam dzalim
Ali bin Abi Thalib r.a. membagi kedzaliman kedalam
tiga macam yaitu
1. Kedzaliman terhadap Allah (syirik).
2. Kedzaliman terhadap diri sendiri.
3. Kedzaliman terhadap sesama manusia.[9]
DAFTAR PUSTAKA
At-Tamimi, Muhammad, Syekh. 2003. Kitab
Tauhid. Jakarta: Kantor Atase Agama Kedutaan Besar Saudi Arabia Jakarta.
Bakar, Abu, Bahrun, dkk. 1994. Terjemah
Tafsir Al-Maraghi. Semarang: Toha Putra Semarang.
Hamka. 2005. Tafsir Al-Azhar. Jakarta:
Pustaka Panjimas.
Handono, dkk. 2016. Meneladani Akhlak. PT
Tiga Serangkai Pustaka Mandiri.
Ilyas, Yunahar. 2010. Kuliah Aqidah
Islam. Yogyakarta: Happy el Rais & Budi NH.
Rahman, Fazlur. 19996. Tema Pokok Al-Qur’an. Bandung: Pustaka.
Rohman, Abdul, Roli, dkk. 2009. Menjaga
Akidah dan Akhlak. PT Tiga Serangkai Pustaka Mandiri.
BIODATA PROFIL
Nama :
Naila Zahrotul Ula
TTL :
Pemalang, 29 Maret 1999
Alamat : Jl.Teratai No.47 Rt
03/06, Dusun Danayasa, Desa Kaligelang
Kecamatan Taman, Kabupaten Pemalang
Riwayat Pendidikan :
TK Pertiwi Cibelok
SDN 02 Kaligelang
MTs N 01 Pemalang
MAN Pemalang
[1] Luthviyah Romziana, “Pandangan
Al-Qur’an Tentang Makna Jahiliyah Prespektif Semantik”, Volume 4, Nomor 1,
Juni 2014
[2] Fazlur Rahman, Tema Pokok
Al-Qur’an, (Chicago:PUSTAKA,1979),
h.186
[3] Ahmad Mustafa Al Maragi, Terjemah
Tafsir Al-Marag 6i, (semarang: CV. TOHA PUTRA SEMARANG,1994), h.227
[4] Hamka , Tafsir Al Azhar, (Jakarta:
PUSTAKA PANJIMAS, 2005), h.222-224
[5] Yunahar Ilyas, Kuliah Aqidah
Islam, (Yogyakarta : LPPI, 2010), h. 70
[6] Roli Abdul Rahman, Menjaga Akidah
Dan Akhlak, ( PT Tiga Serangkai Pustaka Mandiri, 2009), h. 32-35
[7] Syaikh Muhammad At-Tamimi, Kitab
Tauhid, (Jakarta: Kantor Atase Agama Kedutaan Besar Saudi Arabia
Jakarta,2003), h.32
[8] Roli Abdul Rahman, Menjaga Akidah
Dan Akhlak, ( PT Tiga Serangkai Pustaka Mandiri, 2009), h. 36
[9] Handon, Meneladani Akhlak,
(PT Tiga Serangkai Pustaka Mandiri,2016), h.56-59

Tidak ada komentar:
Posting Komentar